Less than Container Load atau LCL jadi istilah yang lekat dengan kegiatan logistik. Hal ini berkaitan dengan pengiriman barang dalam jumlah tidak terlalu besar, namun tetap membutuhkan pengiriman ke luar wilayah. Agar prosesnya berjalan lancar, salah satu tahapan yang dilakukan adalah trucking untuk barang LCL.
Jika tidak dikelola dengan baik, akan menyebabkan berbagai kerugian, hingga kerusakan barang yang meningkat. Lalu, seperti apa langkah mengelola trucking untuk barang LCL secara efisien? Mari kita bahas bersama.
- Apa Itu Pengiriman Barang LCL?
- Alur Kerja Mengelola Trucking Barang LCL
- Dokumentasi
- Pengumpulan Barang
- Pengecekan Kondisi Barang
- Proses Konsolidasi
- Proses Loading
- Monitoring Perjalanan Truk
- Penyerahan Barang ke Gudang Konsolidator
- Proses Distribusi
- Tantangan dalam Trucking Barang LCL
- 1. Koordinasi dengan Banyak Pengirim
- 2. Risiko Kerusakan Barang
- 3. Cut-off Time yang Ketat
- 4. Permasalahan Rute dan Kondisi Jalan
- Tips Mengelola Trucking Barang LCL Secara Efektif
- Kesimpulan

Apa Itu Pengiriman Barang LCL?
Pengiriman barang LCL adalah proses pengangkutan barang dari gudang pengirim ke wilayah tujuan dengan menggunakan kontainer dengan kapasitas yang tidak penuh. Karena muatan berasal dari berbagai pengirim, menjadikan jenis pengiriman ini harus dikelola dengan lebih teliti dan terstruktur.
Proses trucking LCL tak hanya sebatas mengangkut barang, namun perlu diperhatikan jadwal, dokumentasi, pemeriksaan barang, hingga kepastian barang sampai tujuan agar pengiriman barang lainnya tidak terganggu.

Alur Kerja Mengelola Trucking Barang LCL
Dokumentasi
Sebelum barang-barang akan dikumpulkan dari berbagai pengirim, pengurus trucking akan memeriksa dokumen penting pendukung sebelum melakukan pengiriman, packing list, invoice, shipping instruction, hingga berat barang dan ukuran detailnya.
Dengan begitu, petugas dapat menentukan jenis truk, rute terbaik, dan penempatan barang.
Pengumpulan Barang
Trucking barang dengan sistem distribusi ini butuh koordinasi waktu yang tepat. Barang-barang yang akan dikirim dikumpumpulkan dan dibawa ke gudang hub. Pengangkutan dilakukan sesuai jadwal, agar tidak terjadi keterlambatan.
Pengecekan Kondisi Barang
Sebelum memuat barang dalam kontainer, petugas akan melakukan pemeriksaan terkait fisik, kondisi hingga pengemasan barang. Dilakukan juga verifikasi dokumen untuk mencegah adanya kerusakan dan pengiriman yang salah.
Proses Konsolidasi
Barang-barang yang sudah ada di gudang akan dipilih, dan digabung dengan barang kiriman sesuai tujuan pengantaran.
Proses Loading
Petugas akan memastikan barang disusun sesuai jenisnya. Kemudian barang akan diamankan dengan kemasan pengaman mencegah kerusakan selama perjalanan.
Menata barang dengan tepat adalah kunci agar menekan terjadinya risiko kerusakan selama perjalanan.
Monitoring Perjalanan Truk
Gunakan alat seperti GPS untuk mengawasi posisi truk atau kendaraan yang digunakan untuk membawa barang-barang ke lokasi tujuan. Hal ini akan penting untuk melihat estimasi waktu tiba, antisipasi jika ada masalah di perjalanan dan memastikan keamanan barang.
Penyerahan Barang ke Gudang Konsolidator
Setelah tiba, barang akan diperiksa ulang dan dipersiapkan untuk proses stuffing. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi dan mempercepat workflow pengiriman.
Proses Distribusi
Setelah barang tiba, petugas akan melakukan penyortiran dan pemeriksaan. Setelah semua selesai, barang akan dikirimkan ke alamat akhir dengan kendaraan seperti truk logistik.

Tantangan dalam Trucking Barang LCL
1. Koordinasi dengan Banyak Pengirim
Karena muatannya berasal dari beberapa pemilik barang, maka jadwal dan kesiapan barang bisa berbeda-beda. Koordinasi yang kurang dapat menyebabkan truk terlambat atau muatan tidak optimal.
2. Risiko Kerusakan Barang
Barang LCL biasanya bervariasi, mulai dari fragile hingga barang berat. Kesalahan penataan truk bisa menyebabkan gesekan atau tekanan berlebih.
3. Cut-off Time yang Ketat
Jika truk terlambat tiba di gudang konsolidator, barang bisa tertinggal dan harus ikut jadwal kapal berikutnya.
4. Permasalahan Rute dan Kondisi Jalan
Truk LCL sering melewati rute yang berbeda untuk menjemput dari beberapa lokasi. Risiko keterlambatan dapat meningkat jika tidak direncanakan dengan baik.
Tips Mengelola Trucking Barang LCL Secara Efektif
- Gunakan sistem penjadwalan yang terintegrasi agar distribusi dapat dilakukan secara real time.
- Pastikan pengemasan barang dilakukan dengan kuat dan aman. Barang akan aman
selama perjalanan. Anda bisa menggunakan kardus tebal atau wooden box, bubble wrap dan pemberian label.
- Lakukan pengoptimalan pada rute pengantaran. Hal ini akan menguntungkan dengan mengurangi waktu tempuh perjalanan, hemat biaya operasional hingga mencegah penumpukan barang.
- Jalin komunikasi yang baik dengan pihak terkait, karena trucking LCL bergantung pada informasi yang akurat, seperti mengenai jadwal penjemputan, estimasi waktu kedatangan truk, dan lainnya.
- Anda juga bisa menggunakan asuransi pengiriman sebagai perlindungan yang memberi rasa aman bagi pemilik dan operator trucking.
Kesimpulan
Mengelola trucking untuk barang LCL perlu pertimbangan matang dan persiapan yang tepat. Dengan menerapkan strategi yang tepat, bisnis logistik dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko kerusakan, dan memastikan pengiriman tepat waktu.
Apabila Anda sedang merencanakan pengiriman LCL, pastikan menggunakan manajemen trucking profesional, salah satunya SIP untuk membantu keberhasilan pengiriman Anda.
Untuk pengiriman ekspor impor, Surya Inti Primakarya siap membantu Anda dengan layanan pengiriman barang yang ditangani oleh tenaga ahli dan terpercaya.
Butuh info lengkapnya? Segera Hubungi Kami